Minggu, 27 Januari 2013

Apa Yang Akan Terjadi Bila Anda Terlalu Baik?

Saya yakin kalau Anda terbiasa mengandalkan sikap dan kepribadian yang jujur, setia, baik hati, perhatian, tidak berani menyakiti, selalu ada untuk dia, sering traktir, sering telpon atau SMS untuk menanyakan kabar tentangnya dan sebagainya.

Saya yakin juga kalau Anda pasti berpikir bahwa hal-hal tersebut akan bisa membuat luluh hati wanita yang Anda dambakan karena Anda yakin terlihat sangat luar biasa dengan demonstrasi sikap baik tersebut.

Well, if you have those kinds of personalities inside your mind, then I want to congaratulate for you a lot of failures in getting romantic connection with women.

Saya berani jamin jawaban yang anda dapat akan bervariasi seputar, “Aduh, kita temenan aja ya,” “Gua takut kalo nanti kita pacaran lalu kita putus kita gak bisa jadi temen lagi,” “Elo udah akrab banget, gue anggap kayak kakak sendiri,” “Maaf yach, slama ini gua gak ada perasaan apa-apa sama loe.”

Intinya satu, dia hanya menginginkan Anda sebatas teman baik saja.

Dan itu seharusnya tidak mengejutkan karena Anda sendirilah yang memaksanya untuk merasa demikian lewat sikap Anda yang terlalu murah dan baik padanya.

Pelajaran hari ini adalah Anda tidak dapat memenangkan hati wanita dengan cara menjadi pria yang sok tulus, baik dan perhatian, atau istilah pendeknya, Nice Guy.

Coba lihat di luar sana, berapa banyak pria yang tidak bergaya Nice Guy seperti di atas, tapi bisa mendapatkan wanita yang diinginkan, atau bahkan sering bergonta-ganti. Seberapa sering Anda melihat sahabat yang selalu jadi biang masalah justru menjadi magnet bagi wanita-wanita di sekeliling mereka?

Di artikel singkat ini, saya bukannya mau mengajak Anda menjadi berandalan muda dan mengubah penampilan seperti preman pasar yang berbadan penuh tato disertai tingkah laku mereka yang kasar.

Anda tidak perlu mendadak bersandangkan pakaian yang penuh dengan rantai serta jeans, atau celana penuh dengan sobekan bak seorang pengemudi sepeda motor yang baru jatuh dari kendaraannya.

Yang saya ingin sampaikan adalah Anda akan terperangkap menjadi Teman Baik sang wanita jika Anda terus melakukan sikap-sikap yang saya sebutkan di atas.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Sounds a little bit nonsense, tapi seorang pakar psikolog terkenal mengatakan, “Berilah ketidakpastian untuk mendapatkan kepastian.”

Manusia cenderung baru merasa sesuatu berharga ketika mereka sudah kehilangannya. Ketika Anda berusaha menjadi seorang Nice Guy terhadap wanita yang Anda sukai, maka Anda telah memberi kepastian kepada bahwa Anda sangat tertarik dengannya. Anda terlihat rela melakukan apa saja demi hatinya senang dan bersedia menerima Anda sebagai kekasihnya.

Anda telah membuat sebuah garis lurus yang dapat dibaca dengan mudah arahnya oleh sang wanita. Anda telah membuat dia tidak merasa penasaran dengan keajaiban dunia Anda karena Anda terus hadir dalam hidupnya kapan saja dia minta.

Oleh sebab itu, Anda tidak perlu heran mengapa wanita yang selama ini Anda dekati tiba-tiba saja bisa tertarik dan pacaran dengan pria yang Anda tahu jarang menghabiskan waktu dengan wanita target Anda. Saat itu terjadi, Anda biasanya akan berpikir, “Kok bisa sich? Dia jadian sama cowo yang jarang keliatan, bahkan gak pernah ngebantuin dia? Yang jarang telpon nanyain kabar, ngga care and kenal luar-dalam kaya gue?”

Setelah itu, masih disusul lagi dengan pertanyaan-pertanyaan pilu yang semakin memperparah keadaaan Anda, “Apa sih kekurangan gue sama dia? Dia butuh ini gue kasi, dia butuh itu gue kasi, dia minta itu gue beliin…”

Saya bisa merasakan luka goresan yang ada di hati Anda, sobat. Saya, rekan-rekan alumni HS, dan para instruktur juga pernah mengalaminya.

Solusinya cukup jelas, yaitu menghindari gaya Nice Guy dan perlakuan spesial seperti yang sudah dijelaskan di atas. Janganlah Anda ragu untuk menolak jikalau dia meminta bantuan di saat Anda sedang sibuk.

Sebagai penutup, saya akan mengutip sebuah lagu sudah sangat tidak asing. Coba baca tanpa nada bernyanyi, Anda akan belajar sesuatu darinya.

Aku punya TEMAN, TEMAN SEPERMAINAN
KEMANA ada DIA selalu ada AKU

DIA anak MANIS dan juga BAIK HATI
DIA S'LALU ada WAKTU untuk MEMBANTUKU

Namun aku BINGUNG ketika dia BILANG CINTA
Dan dia juga katakan tuk ingin jadi KEKASIHKU

CUKUPLAH saja BERTEMAN denganku
JANGANLAH kau meminta LEBIH
Ku TAK MUNGKIN MENCINTAIMU kita BERTEMAN saja
TEMAN tapi MESRA

Aku memang SUKA pada dirimu NAMUN aku ADA yang PUNYA
LEBIH BAIK kita BERTEMAN kita BERTEMAN SAJA
TEMAN tapi MESRA


Well, sebenarnya jadi TTM tidak terlalu buruk, but berapa banyak sih pria yang bahkan bisa sampai ke tahap itu?

Paling juga terperangkap jadi Teman Tapi Ngarep... ;)


Sahabat Anda,
Maximus Petricious

Sumber: http://hitmansystem.com/tentang-pria/apa-yang-terjadi-bila-anda-terlalu-baik.html
»»  READMORE...

Senin, 14 Januari 2013

Aku Bahagia Memiliki Ibu

Ini hari libur. Cuaca sedang sangat cerah dan pasti menyenangkan bila Tom dan ibunya menghabiskan waktu dengan bermain di taman kota. Tom masih berusia 9 tahun, ia adalah anak yatim. Ayahnya meninggal dalam perang saat ia masih berusia 4 tahun. Tom sering bertanya pada ibunya di manakah sang ayah berada. Si ibu seringkali menjawab dengan sedikit miris, namun ia selalu mengatakan dengan tegar bahwa Tom sangat beruntung karena saat ini Tom punya Ayah yang akan melihatnya di mana pun Tom berada, apapun yang Tom lakukan.


"Di mana itu, Bu?" tanya Tom.


Si ibu mengusap kepala Tom dan menjawab dengan senyum tulus, menahan keharuan, "Di surga, Sayangku."


Tom tidak akan protes dengan jawaban ibunya. Ia selalu berpikir surga itu ada di langit dan tidak jauh dari bumi. Ia berkata pada ibunya bahwa dia akan jadi pilot atau astronot suatu saat untuk bisa menemui Ayahnya. Namun bagaimanapun, Ibu Tom juga sering merasa rindu akan suaminya. Kadang dirasa olehnya bahwa ia tidak sanggup menjadi ayah sekaligus ibu untuk Tom. Ia sering melihat Tom terpaku melihat anak lain bermain bola atau bersepeda dengan ayah mereka di taman.


Hari ini juga begitu. Tom mengunyah sandwichnya sambil melihat ke arah seorang ayah yang sedang bermain basket dengan dua putra dan satu putrinya. Tiba-tiba bola basket itu menggelinding ke arah Tom dan Tom mengambilnya. Rupanya mereka juga ingin mengajak Tom bermain. Ibu Tom mengangguk saat putranya itu menoleh dan meminta ijin bermain dengan mereka.


"Hai aku Kim. Terima kasih bolanya," kata anak lelaki itu.


"Aku Tom," jawab Tom dengan memicingkan mata karena sinar matahari.


"Itu ibumu?" tanya Kim.


"Ya, dia ibuku," jawab Tom.


"Ibumu cantik dan kelihatan baik. Kau beruntung."


"Ya, ibuku sangat baik. Kau juga kelihatan punya ayah yang baik."


Kim tersenyum, "Kami anak angkat. Orang itu ayah angkat kami dan yang duduk di sana itu, ibu angkat kami. Mereka sangat sibuk dan baru akhir-akhir ini kami bisa bermain. Tapi tidak apa-apa, sesibuk apapun, ayah angkat kami akan menyempatkan main setidaknya dua kali seminggu."


Tom agak terkejut. Ibunya bekerja, tapi selalu bisa menemaninya sedangkan Kim adalah anak angkat dengan orang tua lengkap, tapi hanya bisa main dua kali seminggu. Tom jadi kepikiran sembari bermain basket bersama mereka. Tadinya Tom memang cukup iri dengan mereka yang nampak bahagia, namun sekarang saat Tom bermain dengan mereka, ia sering menoleh ke arah ibunya. Rasanya ia kangen sekali pada ibunya yang super sabar menjawab pertanyaannya, merawat dan menyayanginya.


Seusai bermain dan pamitan dengan keluarga Kim, Tom segera menghampiri ibunya dan memeluknya erat. "Ibu adalah ibu terbaik di seluruh dunia," ujarnya dalam pelukan sang Ibu. Setengah terkejut, Ibu Tom tersenyum, "Bagaimana kau tahu, Tom? Kau kan belum bertemu dengan ibu di seluruh dunia.". Tom memeluk ibunya lebih erat dan berkata, "Sudah kok. Kau adalah duniaku, Bu.".


Si ibu terharu, air matanya menetes membasahi senyumnya yang manis. Tiba-tiba ia merasa sangat bahagia dan seperti melihat suaminya tersenyum di langit sana.


"Seringkali kita memuliakan apa yang tidak kita miliki, tanpa menyadari yang kita miliki adalah yang paling indah untuk hidup kita."
»»  READMORE...

Menjawab 7 Pertanyaan Hidup









Seringkali kita merasa baik-baik saja dalam hidup. Kita sudah merasa cukup dan mampu melakukan banyak hal. Atau mungkin kita merasa pantas untuk bangga dengan hidup kita saat ini. Coba tanyakan pertanyaan ini pada diri kita.

1. Apakah Kamu sedang bergantung pada apa yang sebaiknya kamu lepaskan?
Apakah kamu menggunakan apa yang bukan milik Kamu? Atau mungkin Kamu bergantung pada orang atau barang yang sebenarnya malah membuat kamu menderita? Kamu bersama dengan teman-teman yang senang dugem setiap malam dan membuat kamu lupa untuk dekat dengan-Nya? Sadarilah kebahagiaan itu lebih baik daripada kesenangan dan kepuasan sementara. Kamu sendiri yang bisa memutuskan apa yang memang baik untuk kebahagiaan Kamu dan bukan kesenangan semata.

2. Bagaimana Kamu mengetahui perbedaan, bila Kamu tahu tidak seorangpun akan menilai Kamu?
Jangan cepat sensitif dengan merasa seseorang tak mengerti kita dan menilai kita sembarangan. Bila hati kecil Kamu sakit, mungkin Kamu memang perlu introspeksi. Semua orang selalu ingin dihargai dan di saat yang sama mereka tidak menghargai diri mereka sendiri. Jangan berkecil hati dengan kritikan. Mereka adalah anak tangga yang akan selalu mengangkat menjadi sosok yang lebih baik.

3. Apakah akhir-akhir ini Kamu melakukan sesuatu yang sangat worth dan berkesan untuk diingat?
Apakah Kamu telah melakukan sesuatu yang berarti dalam hidup Kamu walau itu hanya lima menit yang lalu? Tahukah Kamu? Jika Kamu berusia 20 tahun dan saat ini Kamu hanya menghabiskan sepanjang pekan dengan tidur-tiduran, maka jiwa Kamu lebih tua dari usia yang sebenarnya. Jika Kamu 50 tahun dan masih bisa berkebun, berolahraga, bertemu teman lama dan melakukan banyak hal, maka Kamu berusia jauh lebih muda. Jangan sia-siakan tiap waktu yang Kamu miliki, jadikan waktu Kamu habis dengan bermakna.

4. Bila Kamu berada pada usia mereka, apakah yang menurut Kamu paling berharga?
Pikirkan orang tua Kamu yang sudah semakin tua. Saat yang lalu kita sering membantah mereka, mengatakan mereka tidak mengerti dan mengabaikan mereka karena kehidupan muda kita jauh lebih penting dan mengasyikkan. Lalu saat Kamu berada di usia mereka, menjadi orang yang semakin tua dan memiliki anak-anak, apakah yang lebih penting dan berharga bagi Kamu?

5. Apakah perbedaan menjalani hidup dan eksis dalam hidup?
Seberapa ingin dan bersyukur Kamu pada hidup yang Kamu miliki? Menjalani saja atau ingin menjadi legenda? Mereka yang telah menjadi bagian dari sejarah dan legenda bukanlah sosok yang muluk-muluk, karena mereka adalah tanda-tanda kehidupan. Jadi, ingin seperti apa hidup Kamu?

6. Kapan terakhir kali Kamu mencoba hal yang baru?
Kapan Kamu begitu bersemangat bukan saat melakukan sesuatu namun setelah melakukan sesuatu? Kapan terakhir kali Kmu mendapatkan kepuasan itu menghampiri hidup Kamu? Jangan-jangan hidup Kamu sedang datar-datar saja. Jadi, kenapa tidak mencoba sesuatu yang belum pernah Kamu coba untuk mendapatkan sesuatu yang belum pernah Kamu dapatkan?

7. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Jadi, kapan Kamu akan melakukan semuanya kalau tidak mulai dari saat ini juga? Kamu yakin Kamu punya waktu sampai akhir pekan ini? Waktu adalah hal yang paling sering disesali, jadi mulailah dari sekarang.


»»  READMORE...

Sabtu, 22 Desember 2012

Thousand years - Christina Perri





Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more
»»  READMORE...

IBU

                             Mom Your My Everything. :*



Aku terlahir tanpa apa-apa.

Engkau yg mengajari aku segalanya.

Membesarkan aku dengan segala upaya.

Berharap kelak aku akan menjadi orang yg berguna.



Ibu taukah engkau?

Betapa berarti dan berharganya engkau untukku.

Bahkan sekarang engkau memiliki 2 peranan penting dihidupku.

Ibu dan sekaligus ayah buatku.



Ketika aku menangis dalam takut.

Ibu yg selalu menenangkanku.

Ketika aku jatuh sakit.

Ibu yg selalu setia disampingku untuk menjagaku.



Ibu menegurku ketika aku salah.

Ibu mengingatkanku ketika aku lupa.

Ibu menghiburku ketika aku sedih.

Ibu memelukku ketika aku menangis.



Ma'afkanlah aku ibu.

Yg terkadang tanpa sengaja.

Aku membuat hatimu terluka.

Dan pernah mengecewakanmu dengan sikapku.



Aku hanya ingin engkau tau ibu.

Betapa aku mencintaimu lebih dari segalanya.

Aku akan selalu merenungi setiap kalimat yg kau beri.

Oh ibu.. selain Tuhan engkaulah tempatku mengadu.



Dan sekarang aku telah dewasa.

Berusaha mengejar dan meraih cita-cita.

Berharap menjadi orang yg berguna.

Demi mewujudkan harapan dan impian engkau ibu.



Ibu aku berjanji.

Aku akan membahagiakanmu semaksimal mungkin.

Dan senantiasa akan menjagamu hari ini dan nanti.

Aku bertahan hanya karena ibu disisiku.



Terima kasih ibu.

Tanpamu aku bukanlah apa-apa.

Kasihmu tidak akan terbalas sepanjang masa.

Karena engkaulah sosok malaikat yg selalu ada di hidupku.



Tuhan..

Berikan aku dan ibu kekuatan.

Kekuatan lebih untuk menghadapi hidup ini.

Tanpa mengeluh, tanpa air mata dan tetap tersenyum.

Amin. :))



R :))

»»  READMORE...

Kamis, 20 Desember 2012

Puisi cinta Bapak BJ Habibie untuk Almh. Ibu Ainun Habibie..

 

 

*Puisi cinta Bapak BJ Habibie untuk Almh. Ibu Ainun Habibie*


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.


Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.


Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.


Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.


selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….


2010 – BJ Habibie


*Untuk Ainun*


Tepat jam sepuluh pagi lima puluh tahun yang lalu
Dengan ucapan Bismillaahirrahmaanirrahiim saya melangkah
Bertemu yang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun
Alunan budaya Jawa bernafaskan Islam, menjadikan kita suami isteri
Melalui pasang surut kehidupan, penuh dengan kenangan manis
Membangun Keluarga Sejahtera, Damai dan Tenteram, Keluarga Sakinah

Tepat jam sepuluh pagi limapuluh tahun kemudian di Taman Makam Pahlawan
Setelah membacakan Tahlil bersama mereka yang menyayangimu
Saya panjatkan Do'a untukmu, selalu dalam lindunganNYA dan bimbinganNYA
Bersyukur pada Allah SWT yang telah melindungi dan mengilhami kita
Mengatasi tantangan badai kehidupan berlayar ke akhirat dalam dimensi apa saja
Sekarang sudah 50 tahun berlalu, selalu menyatu dan tetap menyatu sampai akhirat


Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie
Taman Makam Pahlawan
Kalibata, Jakarta
Jam 10:00, tanggal 12 Mei 2012
»»  READMORE...

Cinta Sejati Habibie & Ainun


“Ainun dan saya bernaung di bawah cinta milik-Mu ini dipatri  menjadi MANUNGGAL sepanjang masa. Hanya dengan tatapan mata saja tanpa berbicara sering dapat berkomunikasi langsung dan mengerti isi hati dan kehendak kami.”

Posting kali ini saya akan coba me-review buku yang baru saja saya baca. Semoga njenengan tidak kecewa dengan tulisan saya ini, maklum baru belajar membuat resensi buku. Kritik dan saran atau pandangan lain terhadap buku ini akan sangat saya harapakan.

Kemanunggalan jiwa yang dipatri oleh cinta yang murni, sempurna, dan abadi. Itulah salah satu pesan dari buku berjudul “Habibie dan Ainun” yang akan selalu terngiang-ngiang di benak kita setelah membacanya. Membaca buku yang ditulis langsung oleh Bapak B.J.Habibie ini seolah kita diajak mengarungi catatan harian cinta seorang Bacharudin Jusuf Habibie dengan Hasri Ainun binti Besari, kekasih abadinya sepanjang masa.

Adalah tepat kiranya bagi Pak Habibie menulis buku ini dengan tujuan salah satunya untuk terapi mengobati kerinduan dan kehilangan istri tercintanya, Ibu Ainun Habibie. Terapi kerinduan dari kehilangan seseorang yang selama 48 tahun 10 hari mendampingi  hidup putra Pare-pare ini. Goresan kenangan tentang cinta tulus dan bakti Ibu Ainun inilah yang sanggup mengisi kekosongan jiwa Pak Habibie  saat masa awal beliau merasa kehilangan.

Kisah cinta Ainun dan Habibie berawal dari pertemuan di Rangga Malela 11B, rumah kediaman keluarga Besari–keluarga besar Ainun–tinggal. Habibie, seorang insinyur yang baru pulang dari Jerman bertemu kembali dengan Ainun, kawan SMA-nya, seorang dokter lulusan FK UI setelah 7 tahun tak pernah jumpa. Perjumpaan secara tidak sengaja itu membawa Habibie muda terlarut dalam kerinduan pandangan mata indah Ainun yang akan selalu dikenangnya. Pandangan mata pada 7 Maret 1962 yang akan menjadi saksi cinta abadi sepasang insan manusia.

Kedua insan yang dipertemukan oleh cinta dari Allah itupun kemudian menikah. Alur kisah pun bergulir tentang cinta dan pengabdian seorang Ainun kepada suaminya. Cinta dan pengabdian Ainun adalah manifestasi ke-MANUNGGGAL-an jiwa, hati, dan batin Ainun dan Habibie. Dengan cinta dan pengabdian itulah yang membuatnya tetap setia mendampingi Habibie. Kesetiaan yang tetap dijaga Ainun walaupun saat menjadi seorang istri seorang asisten peneliti, pejabat teras perusahaan Jerman MBB, bahkan ketika menjadi Ibu Negara sekalipun. Cinta Ainun kepada Habibie tetap sama tulus tak berubah sepanjang waktu. Cintanya dari hati dan jiwa yang manunggal, yang memberi ketenangan kepada Habibie untuk terus menjaga idealismenya membangun negeri pertiwi. Cintanya tetap hidup walau Ainun dan Habibie terpisah dua dunia yang berbeda.

Cukup banyak kita temukan kisah cinta Pak Habibie dan Ibu Ainun di dalam buku ini yang mungkin belum pernah kita ketahui sebelumnya. Buku ini menarik untuk dibaca bagi siapa saja yang ingin mengetahui atau memahami kehidupan seorang insinyur hebat bernama BJ Habibie dari sudut pandang yang berbeda. Selain itu, di dalamnya juga banyak di dominasi oleh kisah kesetiaan Ibu Ainun sebagai seorang istri hingga akhir hayat dari sudut pandang suaminya. Pembaca juga tak hanya dapat menikmati kisah cinta kedua pasangan abadi itu saja, di buku ini juga terselip beberapa puisi dan doa seorang Habibie kepada istrinya.

Keseluruhan kisah di dalam buku setebal 335 halaman ini menurut penulisnya sengaja disajikan mirip novel agar enak dibaca oleh pembacanya. Walaupun demikian, dari awal hingga akhir membacanya saya merasa masih belum bisa menikmati buku ini layaknya kisah sebuah novel. Entah kenapa, saya masih merasa karya Pak Habibie ini lebih pantas saya apresiasikan sebagai sebuah biografi ketimbang novel. Jalan cerita yang terlalu datar dan minimnya metafora,yang menurut saya adalah bumbu rahasia setiap novel, membuat saya hampir bosan membaca hingga di tengah buku. Tidak hanya bosan, kadang saat membaca buku ini saya merasa kurang nyaman manakala ada beberapa kata yang salah edit dan beberapa cerita terkesan diulang-ulang dalam beberapa bab.

Pada awalnya, saya sangat penasaran dengan isi buku ini. Di kota Jogja sendiri saya hampir saja kehabisan buku ini karena ludes terjual hingga bulan Desember 2010 lalu. Siapapun akan mengira, buku ini akan mengisahkan untold story kehidupan pasangan Prof. Habibie dan dr. Ainun. Siapapun juga pasti pernah mengetahui kesetiaan seorang Habibie untuk terus menunggui makam almarhumah istrinya selama 40 hari yang sempat menjadi topik hangat media beberapa waktu lalu. Mungkin inilah yang menurut saya menjadi salah satu pemicu larisnya buku ini di pasaran. Namun saya agak sedikit kecewa setelah membaca keseluruhan kisah di buku ini. Harapan saya untuk mendapatkan kisah kemanunggalan cinta Habibie dan Ainun kurang terobati. Menurut saya, rasanya kebanyakan cerita nyata buku ini lebih mengekspos kehidupan Pak Habibie sendiri dengan bumbu kisah cinta dan pengabdian Ibu Ainun. Gregetnya baru terasa saat detik-detik wafatnya Ibu Ainun. Di bagian akhir buku itulah baru saya rasakan cinta dan sayang Habibie dan Ainun yang membuncah. Cinta yang tumpah-ruah dan sanggup menumpahkan air mata haru.

Terlepas dari beberapa kekurangan di atas, buku ini setidaknya layak mendapat apresiasi lebih dari seluruh penikmat buku, apalagi dari pengagum sosok Habibie karena iktikad baik beliau untuk membagi kisah cinta pribadinya kepada khalayak umum. Saya rasa pembaca juga patut untuk mengapresiasi keberanian beliau untuk menuangkan kisahnya dalam bentuk novel. Suatu peristiwa yang mungkin agak langka bagi seorang profesor engineering sekelas Habibie. Dibalik itu semua buku ini memberikan ilham dan keteladanan bagi para pencari resep spiritual bagi bangunan rumah tangga sakinah. Itulah inti dari pesan dan keteladanan berharga yang dapat kita serap dari buku ini. Selamat membaca!


»»  READMORE...